BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mempertegas komitmennya mewujudkan wilayah yang benar-benar ramah dan peduli terhadap perlindungan anak.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Jumat (17/4/2026).
Dalam arahannya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan target besar yang ingin diraih tahun ini, yaitu peningkatan predikat dari Nindya menuju predikat Utama dengan target capaian skor nilai 1.000.
“KLA bukan sekadar predikat, melainkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di daerah tumbuh optimal, terlindungi dari kekerasan, dan mendapatkan haknya secara menyeluruh,” ujar Illiza.
Ia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan perlindungan dapat bertahan serta terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Di samping mengejar target, kita juga harus memastikan kualitas itu bertahan dan meningkat,” tambahnya.
Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya pemahaman mendalam dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setiap instansi diminta benar-benar menguasai ruang lingkup tugasnya, sehingga dapat melahirkan langkah-langkah strategis yang jelas dan terukur.
“Dari 24 indikator yang ada, masing-masing OPD harus memahami indikator mana yang menjadi tanggung jawabnya,” tegasnya saat memaparkan hasil evaluasi capaian sebelumnya.
Di akhir arahannya, Illiza berharap seluruh OPD dapat memperkuat kembali koordinasi, kolaborasi, dan sinergi.
Keterlibatan aktif seluruh elemen gugus tugas menjadi kunci utama agar visi menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang layak dan aman bagi anak dapat terwujud sepenuhnya.(**)
Editor: Redaksi




















