BANDA ACEH — Sebanyak 5.183 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut dibuka melalui Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Nazaruddin AW, M.A., di Lapangan Bola UIN Ar-Raniry, Senin (24/8/2026).
Mengusung tema “Membentuk Mahasiswa UIN Ar-Raniry yang Berkarakter, Berbudaya Akademik dan Berdaya Saing Global”, PBAK 2026 dilaksanakan secara blended (daring dan luring) selama empat hari hingga 27 Agustus 2026. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap, yakni tingkat universitas pada dua hari pertama dan tingkat fakultas serta program studi pada dua hari berikutnya.
Dalam amanat yang disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Rektor, Prof. Dr. Khairuddin, S.Ag., M.Ag., Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., menegaskan bahwa mahasiswa baru merupakan orang-orang terpilih yang berhasil lolos seleksi ketat. Ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi adalah kawah candradimuka intelektual yang menuntut mahasiswa menjadi produsen pengetahuan dan pemikir kritis.
Rektor meminta seluruh mahasiswa baru untuk memegang tiga pilar utama karakter:
- Keunggulan Akademik dan Kebebasan Berpikir Kritis: Mendorong mahasiswa aktif memanfaatkan fasilitas jurnal, perpustakaan, dan laboratorium.
- Integritas Moral dan Moderasi Beragama: Menjadikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan wawasan kebangsaan sebagai pedoman hidup.
- Kepemimpinan Sosial dan Keaktifan Berorganisasi: Mengasah soft skills melalui organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan pengabdian masyarakat.
Selain itu, mahasiswa diimbau bersiap menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan big data dengan memperkuat literasi digital, kemampuan bahasa asing, serta kewirausahaan. Mujiburrahman juga menekankan bahwa PBAK harus berlangsung secara inklusif, humanistis, dan ramah tanpa ada perundungan maupun kekerasan fisik.
Berdasarkan laporan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Mursyid Djawas, M.H.I., Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menjadi fakultas dengan peserta terbanyak (1.641 mahasiswa), disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (933 mahasiswa), serta Fakultas Syariah dan Hukum (822 mahasiswa).
Selama PBAK, mahasiswa menerima materi budaya akademik, wawasan kebangsaan, pembentukan akhlak, hingga pencegahan kekerasan seksual. Layanan kampus seperti sistem Sevima, International Office, Ma’had Al-Jami’ah, dan SKPI turut disosialisasikan. Rangkaian acara juga menghadirkan pemateri dari BNN, Densus 88 Polri, serta Grab, dan akan ditutup dengan khataman Al-Qur’an berjamaah sebanyak enam kali khataman beserta zikir bersama.(**)
Editor: Redaksi
























