BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh telah memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di lima titik strategis wilayah kota sebagai langkah mitigasi bencana banjir dan gelombang pasang. Salah satu lokasi pemasangan berada di Gampong Pande, Banda Aceh, pada Kamis, (8/10/2026).
“Ini adalah salah satu langkah kita dalam memitigasi bencana banjir di Kota Banda Aceh. Saat ini alhamdulillah sudah memasang EWS di lima titik, salah satunya di Gampong Pande,” ujar Illiza.
Pemasangan alat EWS ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pos Pantau Kim & Banda Aceh. Alat ini berfungsi memantau ketinggian air sungai dan gelombang laut secara real-time, sehingga peringatan dini dapat segera disampaikan kepada masyarakat apabila terdeteksi potensi banjir atau gelombang pasang yang berbahaya.
Namun, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa ketersediaan alat saja tidak cukup:
“Tapi alat saja tentu tidak cukup. Mitigasi bencana butuh keterlibatan kita semua, termasuk menjaga sungai, laut, dan lingkungan,” pesan Illiza.
Teknologi canggih tidak akan berfungsi optimal jika tidak didukung oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kelestarian pesisir menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah yang menyediakan sarana prasarana dan masyarakat yang menjaga lingkungan adalah kunci utama agar mitigasi bencana berjalan efektif dan bencana dapat diminimalisir dampaknya.
“Sungai kita, laut kita, jaga bersama,” ajak Illiza.(**)
Editor: Redaksi






















