Home / News / Sosial

Rabu, 23 September 2026 - 16:04 WIB

Dengar Aspirasi Warga, Solusi Bangun Andalas Perkuat Program CSR di Lhoknga dan Leupung

REDAKSI - Penulis Berita

General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa berfoto bersama Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar, Agus Husni, S.P., Kepala DPMPTSP Aceh Besar, Andria Shahputra, S.E., M.M., Kadinkes Aceh Besar, Ns. Rina Karmila, S.Kep., M.Kep., jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, penerima manfaat program CSR, tim Rumah Zakat, Rumah Amal USK, Rumoh Pangan Aceh, Islamic Relief serta para pemangku kepentingan lainnya. Foto: (Media Center Aceh Besar).

General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa berfoto bersama Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar, Agus Husni, S.P., Kepala DPMPTSP Aceh Besar, Andria Shahputra, S.E., M.M., Kadinkes Aceh Besar, Ns. Rina Karmila, S.Kep., M.Kep., jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, penerima manfaat program CSR, tim Rumah Zakat, Rumah Amal USK, Rumoh Pangan Aceh, Islamic Relief serta para pemangku kepentingan lainnya. Foto: (Media Center Aceh Besar).

ACEH BESAR — Solusi Bangun Andalas (SBA) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Salah satunya dilakukan dengan membuka ruang dialog bersama pemerintah, masyarakat dan para pemangku kepentingan melalui Forum Konsultasi Masyarakat (FKM) di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Forum yang digelar di Andalas Hall, Lhoknga, Rabu (23/9/2026), menjadi wadah komunikasi dua arah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) perusahaan.

Melalui forum tersebut, SBA memaparkan perkembangan sejumlah program pemberdayaan masyarakat sekaligus menerima masukan mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar Agus Husni, S.P., Kepala DPMPTSP Aceh Besar Andria Shahputra, S.E., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Ns. Rina Karmila, S.Kep., M.Kep., jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, penerima manfaat program serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan komunikasi terbuka dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kami menghargai kesempatan untuk duduk bersama, mendengarkan berbagai pandangan dan memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai perspektif. Kami meyakini program yang memberikan manfaat akan lebih kuat ketika dirancang dan dijalankan melalui kolaborasi,” ujar Adi.

Baca Juga :  Wagub Aceh Temui Mensos RI, Bahas Penambahan PBI JK hingga Dukungan Penanganan Bencana dan Sekolah Rakyat

Ia mengatakan, masukan dari pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bahan penting bagi SBA untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas program CSR.

“Karena itu, masukan dari pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program CSR Solusi Bangun Andalas,” katanya.

Dalam forum tersebut, SBA memaparkan perkembangan pelaksanaan program CSR yang telah berjalan di wilayah Lhoknga dan Leupung. Peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, kendala maupun usulan terkait program pemberdayaan masyarakat.

Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk mengembangkan program yang lebih tepat sasaran, efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar Agus Husni, S.P., mengapresiasi konsistensi Solusi Bangun Andalas dalam melibatkan pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan melalui Forum Konsultasi Masyarakat.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“FKM merupakan ruang yang baik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung,” ujar Agus Husni.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan yang dilaksanakan perusahaan dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Besar.

Baca Juga :  Wagub Aceh Dampingi Mendagri Beri Arahan Taruna dan Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

“Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Besar,” katanya.

Salah satu program yang turut menjadi pembahasan dalam FKM adalah pemberdayaan kelompok petani kacang koro pedang di Desa Nagaumbang.

Program binaan CSR Solusi Bangun Andalas tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Rumoh Pangan Aceh, dengan fokus pada peningkatan kapasitas kelompok tani sekaligus mendukung aktivitas produksi.

Dukungan yang diberikan antara lain berupa rumah produksi serta berbagai peralatan kerja yang dibutuhkan kelompok tani untuk menunjang proses produksi kacang koro pedang.

Mitra program CSR Solusi Bangun Andalas dari Rumoh Pangan Aceh, Fauzi Arja, mengatakan dukungan tersebut memberikan manfaat langsung bagi kelompok tani dalam menjalankan kegiatan produksi.

“Sekarang kelompok tani Desa Nagaumbang sudah memiliki rumah produksi dan berbagai peralatan kerja yang dibutuhkan untuk beraktivitas. Bantuan ini sangat membantu mereka dalam memproduksi kacang koro pedang untuk memenuhi permintaan pasar,” kata Fauzi.

Menurutnya, keberadaan sarana produksi tersebut tidak hanya membantu aktivitas kelompok tani, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha secara lebih terarah.

General Manager Solusi Bangun Andalas R. Adi Santosa menegaskan, program pengembangan masyarakat yang dijalankan perusahaan diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, bukan semata-mata melalui pemberian bantuan.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Penyimpangan Honor Surveilens, Penegak Hukum Bireuen Harus Turun Ke Puskesmas Plimbang

Menurutnya, penyediaan sarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian dan keberlanjutan program.

“Kami ingin terus tumbuh bersama masyarakat. Untuk itu, kami akan terus menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi dan mendengarkan masukan dari berbagai pihak,” ujar Adi.

Ia menambahkan, FKM menjadi bagian penting dalam memastikan program CSR perusahaan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Semoga melalui FKM ini, kita dapat semakin menyatukan langkah untuk menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Lhoknga dan Leupung,” katanya.

Forum tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimcam, tokoh masyarakat, kelompok penerima manfaat hingga mitra pelaksana program. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama General Manager Solusi Bangun Andalas R. Adi Santosa bersama Kepala Bappeda Aceh Besar Agus Husni, Kepala DPMPTSP Aceh Besar Andria Shahputra, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Ns. Rina Karmila, jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, penerima manfaat program, serta perwakilan Rumah Zakat, Rumah Amal USK, Rumoh Pangan Aceh, Islamic Relief dan para pemangku kepentingan lainnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

ILLIZA BUKA BANDA ACEH ART & CULTURAL MARKET DI PUTROE PHANG – “HIDUPKAN BUDAYA, JAGA SEJARAH UNTUK MASA DEPAN!”

News

Ketua DPRA Zulfadhli Gelar Open House Halal Bi Halal, Gubernur Aceh dan Kapolda Aceh Turut Hadir

News

Pangdam Jaya Gelar Doa Bersama Dalam Rangka HUT Ke 72 Kodam Jaya/Jayakarta

Ekbis

Bupati Aceh Besar Muharram Idris: Saya Dukung Penuh Proyek Geothermal Seulawah

Nasional

PLTU Nagan Raya Mengolah Limbah Jadi Batako

Daerah

Refleksi 20 Tahun Tsunami, Kapolda Aceh bersama Forkopimda Ziarah di Kuburan Massal Ulee Lheue

News

Plt Sekda Aceh: BRA harus Hadir sebagai Pemberi Solusi

Nasional

Masa Kampanye Pemilu 2024 Pertimbangkan Persiapan Logistik