BANDA ACEH – Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ilmiza Saaduddin Djamal mengajak masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apapun. Sabtu (17/10/2026).
Imbauan tersebut disampaikan Ilmiza menyusul kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera yang menyelimuti Kota Banda Aceh dan beberapa kabupaten/kota di Aceh sejak pekan lalu.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas, dan yang paling penting jangan membakar lahan, sampah, maupun untuk buka kebun dengan cara dibakar,” ujar Ilmiza.
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Paparan partikel asap dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan sesak napas.
Ilmiza juga mendukung langkah Pemerintah Kota Banda Aceh yang menyiagakan Puskesmas 24 jam dan menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) bagi siswa sebagai upaya perlindungan.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Satu titik api yang dibakar bisa merugikan ribuan orang. Jika melihat titik api, segera laporkan ke BPBD, Manggala Agni, atau aparat gampong terdekat,” tegasnya.
Ia berharap kondisi segera membaik dan meminta semua pihak memperkuat kolaborasi pentahelix – pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media – untuk pencegahan Karhutla jangka panjang, bukan hanya saat asap sudah menebal.
Editor: Redaksi























