BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh merevitalisasi drainase dan membangun tempat penampungan air atau _Internal Water Storage (IWS)_ di lima titik rawan genangan sebagai antisipasi dampak hidrometeorologi jelang musim hujan, Jumat, (0210/ 2026).
Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan, pembersihan drainase yang mengalami sedimentasi dan dipenuhi sampah terus dilakukan, seperti di Jalan Khairil Anwar Gampong Peunayong dan Gampong Lampulo.
“Alhamdulillah kita sudah rapat Forkopimda kemarin membahas antisipasi hidrometeorologi. Karena kalau sudah pernah terjadi, bisa terus berulang,” kata Illiza.
Selain pembersihan, Pemko juga merevitalisasi lima lokasi langganan genangan, yakni Jalan Malikussaleh Gampong Neusu, Gampong Lamgugob, Gampong Lamdom, Jalan Poteumeureuhom Gampong Lamteh, dan Jalan Khairil Anwar Gampong Peunayong.
Di lima titik tersebut dibangun IWS untuk mengontrol debit air saat curah hujan tinggi.
“Kita perbaiki drainase dan bangun penampungan air di lima titik. Mudah-mudahan bisa meminimalkan dampak curah hujan tinggi,” ujarnya.
Illiza juga menyoroti pentingnya kesadaran warga menjaga kebersihan. Ia menyebut pengelolaan sampah melalui bank sampah bahkan bernilai ekonomi hingga Rp300 ribu sampai Rp1 juta.
“Yuk kita bersihkan daerah kita, kota kita, sebelum musim hujan tiba,” tutupnya.
Editor: Redaksi























