Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Mitigasi Bencana: Pemko Banda Aceh Pasang EWS di Lima Titik Pantau Banjir dan Gelombang

REDAKSI - Penulis Berita

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal,  telah memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di lima titik strategis wilayah kota  Salah satu lokasi pemasangan berada di Gampong Pande, Banda Aceh, pada Kamis, (8/10/2026)

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, telah memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di lima titik strategis wilayah kota Salah satu lokasi pemasangan berada di Gampong Pande, Banda Aceh, pada Kamis, (8/10/2026)

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh telah memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di lima titik strategis wilayah kota sebagai langkah mitigasi bencana banjir dan gelombang pasang. Salah satu lokasi pemasangan berada di Gampong Pande, Banda Aceh, pada Kamis, (8/10/2026).

“Ini adalah salah satu langkah kita dalam memitigasi bencana banjir di Kota Banda Aceh. Saat ini alhamdulillah sudah memasang EWS di lima titik, salah satunya di Gampong Pande,” ujar Illiza.

Baca Juga :  PT PIM, Memberikan Bantuan Pembangun Masjid Di Aceh

Pemasangan alat EWS ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pos Pantau Kim & Banda Aceh. Alat ini berfungsi memantau ketinggian air sungai dan gelombang laut secara real-time, sehingga peringatan dini dapat segera disampaikan kepada masyarakat apabila terdeteksi potensi banjir atau gelombang pasang yang berbahaya.

Baca Juga :  Rekomendasi Fraksi Nasdem Terhadap Revisi Raqan Pajak dan Retribusi Daerah

Namun, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa ketersediaan alat saja tidak cukup:

“Tapi alat saja tentu tidak cukup. Mitigasi bencana butuh keterlibatan kita semua, termasuk menjaga sungai, laut, dan lingkungan,” pesan Illiza.

Teknologi canggih tidak akan berfungsi optimal jika tidak didukung oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kelestarian pesisir menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah yang menyediakan sarana prasarana dan masyarakat yang menjaga lingkungan adalah kunci utama agar mitigasi bencana berjalan efektif dan bencana dapat diminimalisir dampaknya.

Baca Juga :  Mualem–Dek Fadh Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Perkuat Sinergi Pusat–Daerah

“Sungai kita, laut kita, jaga bersama,” ajak Illiza.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Prajurit Kodam IM Bersihkan Makam Raja Nagari Bihari, di Gampong Tuha Biheu, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

News

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Pemuda Muhammadiyah Soroti Rencana Pelatihan Geuchik Aceh Selatan Ke Jogjakarta

Daerah

Polda Jatim Bentuk Tim Khusus Buru WNA Palestina

News

Gubernur Aceh Kukuhkan Kepala BPKP Baru, Ungkap Janji Presiden Bantu Keruk Muara Pelabuhan di Aceh

BSI

Lewat Implementasi Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

News

Ketua Forum Keuchik Abdya Venny Kurnia Terima SK APDESI

News

Kapolda Bersama Pemangku Kepentingan di Aceh Deklarasi Green Policing

Daerah

Bahas Keamanan Desa, Koramil 06 Peusangan laksanakan Komsos Bersama Perangkat Desa