BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah strategis untuk memperkuat standar pelayanan kepada warga. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), pemerintah setempat menggembleng sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat program bimbingan teknis pelayanan prima (service excellent).
Kegiatan yang dihelat selama dua hari di Hotel Rasamala, Banda Aceh, ini dibuka secara resmi oleh perwakilan pimpinan daerah setempat. Hadir sebagai perwakilan pemkot, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dr. Drs. Samsul Bahri, M.Si., menekankan pentingnya keseriusan para peserta dalam menyerap materi demi mendongkrak kualitas kerja di instansi masing-masing.
”Kami berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan ini secara optimal mengingat para pemateri yang dihadirkan merupakan figur kompeten di bidangnya. Diharapkan usai kegiatan ini, standar pelayanan yang diberikan kepada publik menjadi jauh lebih prima,” ujar Samsul saat memberikan arahan, dikutip Jumat (23/10/2026).
Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si., dalam laporan panitianya mengungkapkan bahwa peningkatan keahlian aparatur merupakan kunci utama dalam mendongkrak indeks kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
Menurutnya, optimalisasi pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan pembenahan sistem kerja internal.
”Mutu pelayanan publik mencerminkan kredibilitas instansi pemerintah. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia aparatur adalah investasi jangka panjang,” kata Emila.
Lebih lanjut, program pelatihan ini juga dirancang selaras dengan kerangka visi pembangunan daerah periode 2025–2029, yakni mewujudkan Banda Aceh sebagai “Kota Kolaborasi”. Sinergi lintas sektor ini melibatkan kerja sama antara BKPSDM Banda Aceh dan Banda Aceh Academy (BAA).
Selama bimbingan berlangsung, puluhan peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari berbagai narasumber profesional, di antaranya Emila Sovayana sendiri, Widyaiswara Ahli Madya Dra. Santi Melvita, M.Pd., serta praktisi dari Psikodista Konsultan dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Pemko Banda Aceh berharap, output dari pelatihan ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan terimplementasi nyata dalam rutinitas kerja harian birokrasi demi mewujudkan pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif bagi masyarakat.






















