Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh / Pendidikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Workshop Pendidikan Inklusif: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Nyaman bagi Setiap Anak

REDAKSI - Penulis Berita

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, DR. dr. Siti Hajar, M.Kes, M.Ked(Oph), Sp.M.,menggelar Workshop Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif bagi guru-guru Sekolah Dasar se-Kota Banda Aceh. Kegiatan berlangsung di Balee Keurukon Balai Kota, Senin (5/10/2026).

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, DR. dr. Siti Hajar, M.Kes, M.Ked(Oph), Sp.M.,menggelar Workshop Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif bagi guru-guru Sekolah Dasar se-Kota Banda Aceh. Kegiatan berlangsung di Balee Keurukon Balai Kota, Senin (5/10/2026).

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Workshop Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif bagi guru-guru Sekolah Dasar se-Kota Banda Aceh. Kegiatan berlangsung di Balee Keurukon Balai Kota, Senin (5/10/2026).

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, DR. dr. Siti Hajar, M.Kes, M.Ked(Oph), Sp.M., menyampaikan bahwa setiap anak adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga, dididik, dan dikembangkan potensinya. Setiap anak lahir unik dan istimewa — memiliki kecepatan belajar, cara berkomunikasi, serta kebutuhan yang berbeda satu sama lain.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Sosialisasi Kurikulum Satuan Pendidikan Bagi Staf Disdik Aceh Bidang SMA dan SMK

Beliau menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar menerima anak berkebutuhan khusus di sekolah biasa. Maknanya jauh lebih dalam: membangun lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman, menjamin rasa aman, dan memastikan tidak ada satu pun anak yang tersisih atau tertinggal .

Baca Juga :  Nora Idah Nita Anggota DPRA Mendukung Penuh Kreativitas Barista Muda, Dorong UMKM Kopi Lokal

Selain itu, Siti Hajar juga menyoroti pentingnya masa transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar. Langkah anak ke jenjang baru ini harus berlangsung dengan menyenangkan, ramah anak, dan bebas dari tekanan.

“Anak-anak harus melangkah ke SD dengan rasa bahagia dan keyakinan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman bagi mereka,” ujarnya.

Siti Hajar menyampaikan empat langkah nyata yang dapat diterapkan para pendidik:

Baca Juga :  Seribuan Siswa Ikut Lomba Mewarnai Dipergelaran HUT Abdya Ke-20

1. Menjadikan sekolah sebagai zona aman dan nyaman bagi semua anak
2. Menanamkan empati dan toleransi sejak dini
3. Meningkatkan kepekaan dan respons cepat guru terhadap kebutuhan peserta didik
4. Memperkuat kemitraan antara sekolah dan orang tua

Di akhir pesannya, beliau berharap para guru mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang didapat untuk menciptakan perubahan nyata di sekolah masing-masing.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Hadiri Penutupan MQK Ke-IV Aceh 2025

Internasional

Mentan Dorong Percepatan Kinerja Program Peternakan dan Kesehatan Hewan di Tahun 2022

News

Ketua TP PKK Aceh Tinjau Pembersihan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang, Siswa SLB Pembina Ditargetkan Masuk Sekolah 19 Januari

Banda Aceh

Terima Pejabat Baru, Pangdam IM : Tekankan pentingnya Profesionalisme dan Loyalitas.

Pemko Banda Aceh

Illiza Luncurkan 2 Mobil Patroli Baru Satpol PP/WH Banda Aceh

News

Terima 350 Mahasiswa Peduli Agraria, DPRA Komit Kawal Pemulihan Sektor Pertanian dan Konflik Lahan di Aceh

Daerah

Antisipasi Terjadinya Banjir, Babinsa Koramil 02 Samalanga Bersama Masyarakat Laksanakan Gotong Royong

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Pimpin Rakor OPD, Bahas Kinerja dan Persiapan HUT Kabupaten